Angin bertiup, daun berguguran
Tanah basah tersiram hujan
Tampak bunga mawar tertabur belum lama
Wangi kenanga pun masih tercium segar di hidung
Tanah basah tersiram hujan
Tampak bunga mawar tertabur belum lama
Wangi kenanga pun masih tercium segar di hidung
Gundukan tanah merah yang tetancap papan nama
Menyisakan isak tangis puluhan pasang mata
Ingin hati selalu bersamanya
Apa daya Tuhan lebih mencintai-Nya
Gundukan tanah itu berikan sentakan dalam hati
“Suatu saat Q pasti tetimbun di dalamnya”
Bersama taburan mawar, kenanga dan tak ada sesiapa
Hati tersadar:”Apa yang sudah Q persiapkan mendekati masa itu?”
Ah, tak jarang aku melupakan-Nya
Tak jarang ku mengingkarinya
Apa yang kan kubawa untuk menemui-Nya?
Yogyakarta,24 Oktober 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar